Thursday, September 29, 2011

Open Love Letter to Basketball. By Michael Jordan.


 Dear Basketball,

It's been almost 28 years since the first day we met. 28 years since I saw you in the back of our garage. 28 years since my parents introduced us. If someone would have told me then, what would become of us, I'm not sure I would have believed them. I barely remembered your name.

Then I started seeing you around the neighborhood and watching you on television. I used to see you with guys down at the playground. But when my older brother started paying more attention to you, I started to wonder. Maybe you were different.

We hung out a few times. The more I got to know you, the more I liked you. And as life would have it, when I finally got really interested in you, when I was finally ready to get serious, you left me off the varsity. You told me I wasn't good enough.

I was crushed. I was hurt. I think I even cried.

Then I wanted you more than ever. So I practiced. I hustled. I worked on my game. Passing. Dribbling. Shooting. Thinking. I ran. I did sit-ups. I did push-ups. I did pull-ups. I lifted weights. I studied you. I began to fall in love and you noticed. At least that's what Coach Smith said.

At the time, I wasn't sure exactly what was going on. But now I know. Coach Smith was teaching me how to love you, how to listen to you, how to understand you, how to respect you and how to appreciate you. Then it happened. That night, at the Louisiana Superdome in the final seconds of the championship game against Georgetown, you found me in the corner and we danced.

Since then, you've become much more than just a ball to me. You've become more than just a court. More than just a hoop. More than just a pair of sneakers. More than just a game.

In some respects, you've become my life. My passion. My motivation. My inspiration.

You've my biggest fan and my harshest critic. You're my dearest friend and my strongest ally. You're my most challenging teacher and my most endearing student. You're my ultimate teammate and my toughest competitor. You're my passport around the world and my visa into the hearts of millions.

So much has changed since the first day we met, and to a large degree, I have you to thank. So if you haven't heard me say it before, let me say it now for the world to hear. Thank you. Thank you, Basketball. Thank you for everything.

Thank you for all the players who came before me.
Thank you for all the players who went into battle with me.
Thank you for the championships and the rings.
Thank you for the All-Star Games and the Playoffs.
Thank you for the last shots, the buzzer-beaters, the hard fouls, the victories and the defeats.
Thank you for making me earn my keep.
Thank you for #23.
Thank you for North Carolina and Chicago.
Thank you for the air and the nickname.
Thank you for the moves and the hang time.
Thank you for the Slam-Dunk Contest.
Thank you for the will and the determination, the heart and the soul, the pride and the courage.
Thank you for the competitive spirits and the competition to challenge it.
Thank you for the failures and the setbacks, the blessings and the applause.
Thank you for the triangle.
Thank you for baseball and the Barons.
Thank you for forgiving me.
Thank you for the assistant coaches, the trainers, and the physical therapists.
Thank you for the announcers, the refs, the writers, the reporters, the broadcasters and the radio stations.
Thank you for the Pistons and the Lakers, the Cavs and the Knicks, the Sixers and the Celtics.
Thank you for Phoenix, Portland, Seattle and Utah.
Thank you for the Wizards.
Thank you for the believers and the doubters.
Thank you for Coach Smith, Coach Loughery, Coach Albeck, Coach Collins and Coach Jackson.
Thank you for the education and the experience.
Thank you for teaching me the game behind, beneath, within, above and around the game.
Thank you for every fan who has ever called my name, put their hands together for me and my teammates, slapped me five or patted me on the back.
Thank you for everything you've given my family.
Thank you for the moon and the stars, and last but not least,
Thank you for Bugs and Mars.

I know I'm not the only one who loves you. I know you have loved many before me and will love many after me. But, I also know what we had was unique. It was special. So as our relationship changes yet again, as all relationships do, one thing is for sure.

I love you, Basketball. I love everything about you and I always will. My playing days in the NBA are definitely over, but our relationship will never end.

                                                                                                            Much Love and Respect,
                                                                                                                     Michael Jordan

From left: Dennis Rodman #91, Scottie Pipen #33 and Michael Jordan #23

Thursday, August 25, 2011

Jawapan Yang Sesuai Bila Ditanya Perihal Perkahwinan.

  • Kenapa lambat?
         Kerana Allah mengetahui masa yang terbaik untukku.

  • Dah berpunya?
         Ya... kerana setiap orang telah ditetapkan jodoh mereka masing-masing.

  • Siapa?
         Nanti akan diperkenalkan.

  • Bila?
         Bila kami sudah diijabkabulkan oleh-Nya. Insya Allah... Jemputlah datang ke walimatulurus nanti.


P/s: Janganlah selalu kita bertanya bila seseorang itu hendak berkahwin kerana semua rahsianya terletak dalam kekuasaan ALLAH. Kita sebagai hamba-Nya hanya mampu merancang, tetapi Allah sahaja yang menentukannya. Tiba masanya, semua hal itu akan dibongkarkan jua.

Thursday, August 11, 2011

6 Golongan Perempuan Yang Jangan Dijadikan Sebagai Isteri.

Panduan buat semua Kaum Adam yang ingin mencari pasangan Isteri. Jika ingin mencari calon Isteri, carilah Wanita yang beragama dan berakhlak. Dan jangan berkahwin dengan 6 golongan wanita yang mempunyai sifat-sifat seperti di bawah :

1. Al-Ananah
Wanita yang banyak mengeluh. Contohnya, apa saja yang diberi, tidak pernah mencukupi. Bagi kereta tak cukup, rumah tak cukup dan barang kemas menimbun pun masih tak cukup.

2. Al-Mananah
Perempuan yang banyak mengungkit pada suaminya. Contohnya, "Selama ni, duit belanja anak-anak, saya yang bagi". "Mesin basuh tu beli pakai duit saya!"

3. Al-Hunanah
Perempuan yang ingin kepada suami yang lain. Contohnya, dia berkenan bila tengok lelaki lain dan inginkannya.

4. Al-Hudaqah
Perempuan yang gemar terhadap sesuatu lalu memaksa suaminya melakukannya.
Contoh, jika dia nak kereta baru, dia paksa suaminya belikan walau apa cara sekalipun.

5. Al-Buraqah
Perempuan yang sibuk bersolek tanpa mempedulikan amalan-amalan yang lain.
Contohnya, asyik mekap, mengilat kuku, sapu losyen sampai tak solat, tak buat kerja rumah dan tidak mempedulikan suami.

6. Al-Salaqah
Wanita yang banyak bercakap. Asyik nak berleter saja 24 jam. Sikit-sikit nak memekak. Dahla cakap kuat macam duduk jauh sebatu je jaraknya.

Sumber: Ustaz Kazim Elias
Kitab Pengajian: Kitab Muhimmah.

Wednesday, July 13, 2011

Khas Buatmu Wahai Pemilik Tulang Rusuk Kiri Ku... =)

Satu ketika Aku bertanya..

Sudikah Kau menjadi Makmum
disetiap solatku
agar solatku lebih bermakna
dan terjaga hendaknya
 
Sudikah Kau menjadi Penjaga
untuk diri dan maruahku
yang tegar menjaga diriku
agar hidupku lebih tenang dan bahagia

Sudikah Kau menjadi Pendidik
untuk hati dan jiwaku
agar rohaniku terisi dengan hikmah-Nya
dan akhlakku terjaga hendaknya

Sudikah Kau menjadi Pemerhati
di setiap gerak dan langkahku
agar Aku tahu dimana
salah dan buruk lakuku
 
Sudikah Kau menjadi Peneman
di kala suka dan dukaku
agar satu hari, jika ujian itu datang
air mataku dapat dihapuskan olehmu

Sudikah Kau menjadi Pembela
buat diri dan Agamaku
agar aku terus berada
di atas jalan-Nya yang benar

Sudikah Kau menjadi Penggerak
buat semangatku...
agar bila Aku kelesuan
Kau mampu memberi bantuan
walau hanya sekadar senyuman =)
 
Sudikah Kau menjadi Sahabat
mendengar segala luahan hatiku
agar Aku boleh berbicara apa saja denganmu
tanpa sebarang rasa ragu

Sudikah Kau menjadi Penghibur
tika Aku kesunyian
menghiasi hariku yang muram
agar Aku boleh ketawa riang


.................................................


Satu ketika Engkau pula menjawab...

Ya, Aku sudi..Kerana Kau pilihanku oleh ILLAHI
dan Kau juga memilihku kerana petunjuk Ya RABBI

Tetapi,
Aku kembalikan soalan ini kepadamu...

Sudikah Kau terus menjadi IMAM di setiap SOLATKU?
Jika Aku sudah tidak seperti dulu?

Sudikah Kau pula menjadi
Imam, Penjaga, Pendidik
Pemerhati, Peneman, Pembela
Penggerak, Sahabat dan Penghiburku

Jika suatu ketika nanti
Aku sudah tidak mampu lagi menjadi
Makmum di setiap solatmu..

Jika aku sudah tidak mampu lagimenjagamu,
menemanimu
memerhatikanmu,
mendidikmu
membelamu,
menggerakkanmu,
menjadi sahabatmu dan
menghiburkanmu

Sudikah Kamu wahai ...................?
Aku percaya Kau masih sudi..
"Kerana Aku pilihanmu kerana ILLAHI"
"dan Aku juga telah memilihmu kerana petunjuk Ya RABBI"

.........................................................................

Bingkisan Khas Untuk Pemilik Tulang Rusuk Kiri Ku...
(Yang sampai sekarang tidak Ku ketahui)      

Aku berdoa agar suatu hari nanti Kita dipertemukan...
Aku selalu berdoa agar diri Mu sntiasa berada dalam lindungan Ilahi dan
dijauhkan drp segala keburukan atau perkara yg tidak diingini...
Aku sentiasa menantikan kehadiran Mu dalam hidupku dan akan tabah
meneruskan kehidupanku walaupun tanpa dirimu disaat ini.
Percayalah pada janji Allah bahawasanya Kita berdua akan dipertemukan dan
disatukan oleh jodoh anugerah Ilahi...
Pada saat dan ketika itu,
Kamu akan mengenali hati budi Ku dan siapakah diri Ku yang sebenarnya...
Aku akan sentiasa menunggu Mu duhai Pemilik Tulang Rusuk Kiri Ku...  =)


Tuesday, July 12, 2011

LOVE and HURT

Sometimes, We'll get hurt even though We don't deserve it.
Especially when We are so deep in love.
To the person who caused this hurt,
Don't You know how much the damaged,
That You had caused to My Life?
Cause I can't even explain it in words,
To those who always being around with Me.

All what I've learned,
Is to live and bear with it.
To smile, to eat, to sleep,
To talk and also to play,
Like nothing bad ever happened to Me.
And I can't even talk about it with anyone,
As I'm the only one who understand,
How much alone I am with this pain.

You leave Me,
You leave Our world,
May Allah let Us meet one day My Love...
And what's more important,
You leave Me here all alone,
While You yourself enjoying Your new life,
With Him who You betrayed Me for.

But this isn't forever,
With time passes by,
The pain shall slowly goes away.
And the bright Moon shall comes back again,
To light up the sky in the darkest of night.

And one fine day ...
May the BEST PERSON comes to Me
Knocking My Heart's lonely door,
And erase all the pains inside of Me,
To bring My Heart back to life.

May Allah grants Me My wishes,
To have someones whose Her beautiful,
Showed not only on her face,
But also through her loyal and loving heart,
As I will cherish Her,
And love Her with all My Heart...

Setelah sekian lama...

Alhamdulillah... Setelah sekian lama kiranya Aku tidak menulis dalam Blues Anok Ganu, kali ini Allah memberikan kelapangan masa dan fikiran untuk Aku kembali menulis blog. Insya Allah, akan Aku gunakan kesempatan yang ada ini untuk meluahkan segala perkara yang telah lama terbuku di dalam benak fikiranku ini...

Saturday, January 1, 2011

Asal-usul Ustard Blues…


Peristiwa ni bermula sewaktu hari pertama Aku berada di Sekolah Menengah Kebangsaan Tengku Mahmud (TMS) selepas mendaftar masuk ke kelas 404.  Seperti kebiasaan, bila dah masuk ke tempat belajar yang baru, ramai la pelajar-pelajar mula nak berkenalan dengan Aku. Baik lelaki mahupun perempuan, kesemuanya bertanya macam-macam tentang Aku. Dari sekolah mana la, tinggal dimana la, alasan bertukar sekolah dan lain-lain lagi. Tapi Aku tetap tenang menjawab satu-persatu persoalan yang diutarakan. Biarpun dalam hati ni rasa macam-macam, Aku tetap tenang sebab Aku tahu ramai pelajar  di sekolah ni terdiri daripada kawan-kawan lama sekolah rendah ku.
 Tak lama kemudian, tibalah sesi pengajaran dan pembelajaran dan subjek pertama pada waktu tersebut ialah Pendidikan Agama Islam. Ustaz yang mengajar kelas Aku pada waktu tersebut adalah Ustaz Azmi (yang juga merupakan Guru Disiplin). Bila ternampak Aku, sesi perkenalan dimulakan sekali lagi dan Aku terpaksa menerangkan pelbagai persoalan yang ditujukan. Tapi, sebaik sahaja Aku memberitahu sekolah asalku, iaitu Sekolah Menengah Agama Ma’arif (SMAM), ramai rakan sekelasku terdiam & Ustaz juga kelihatan sedikit terkejut. Mungkin disebabkan reputasi sekolah lama Aku yang terkenal dengan sikap pelajar-pelajar yang suka bergaduh, kaki pukul, terlibat dengan kegiatan jenayah dan lain-lain.
Setelah selesai sesi perkenalan dengan rakan-rakan sekelas, Ustaz Azmi menyuruhku membacakan 10 baris ayat daripada surah Al-Baqarah. Dan setelah selesai mengaji, Ustaz Azmi menepuk bahuku dan mula memangilku sebagai “Ustaz”. Aku turut terkejut dengan gelaran “Ustaz” yang diberikan kepadaku dan cuba untuk mendapatkan penjelasan dengan menyatakan bahawa Aku sememangnya tidak layak dengan gelaran tersebut. Bagiku, hanya seorang Mua’allim sahaja yang layak digelar sedemikian tetapi Ustaz Azmi terus-terusan memanggilku sebagai Ustaz dan rakan-rakan sekelasku turut memanggilku dengan gelaran tersebut. Akhirnya, daripada ingin dikenali sebagai Nazmi Ismail, Aku dikenali sebagai Ustaz. 
Untuk gelaran “Blues” pula, perkara ini bermula selepas acap kali berlaku salah faham sewaktu Ustaz Azmi mengajar dalam kelas dengan rakan-rakan sekelas yang ingin memanggilku. Biasa la, bila Ustaz Azmi mengajar dan ada pula rakanku yang ingin memanggilku, panggilan “Ustaz” itu telah menyebabkan Kami menyahut. Kadang-kadang sampaikan kami berdua pening kerana tidak pasti panggilan “Ustaz” tersebut ditujukan kepada siapa. Akhirnya, Aku diberi nama gelaran kedua iaitu “Blues” kerana Aku suka menulis ayat-ayat jiwang, menggunakan ayat yang berbunga-bunga sewaktu karangan Bahasa Melayu dan mendengar lagu-lagu jiwang.
Selain itu, perkara yang menyebabkan nama “Blues” semakin kuat pada Aku disebabkan peristiwa VCD ………  kepunyaan kawanku yang disembunyikan di dalam beg Aku. Pada asalnya, Aku yang dah dilantik menjadi pengawas unit disiplin sekolah ditugaskan dengan beberapa orang lagi pengawas dan guru-guru disiplin untuk melakukan spot-check. Kebetulan pada hari tersebut, rakan sekelasku membawa 5 keping VCD dan Dia meminta pertolongan Aku agar darpada dikenakan tindakan disiplin. Kawan punya pasal, Aku pun suruh la Dia simpan saja dalam beg Aku dan pada masa tersebut, Aku masih lagi tidak mengetahui akan isi VCD berkenaan. Sewaktu spot-check dijalankan di kelasku, pengawas-pengawas dan guru disiplin tidak menggeledah isi beg Aku. Jadi barang-barang yang disimpan di dalam beg tersebut selamat.
Nak dijadikan cerita, sebaik sahaja spot-check tamat, Aku ingin mengembalikan barang-barang seperti Walkman dan VCD kawanku. Sebaik sahaja melihat gambar pada VCD berkenaan, Aku terlopong kerana terkejut dan tidak menyangkakan bahawa VCD berkenaan adalah VCD ………..  Kawan-kawan sekelas Aku yang melihat Aku terlopong, terus menggelakkan Aku dan membuat lawak dengan mengatakan;
“Haaaaaaa…. Ustaz simpan cd blue… Ustaz simpan cd blue… ”
Dan mereka sepakat memanggilku sebagai Ustaz Blues. Daripada “Ustaz”, Aku tukarkan nama gelaran Aku kepada “Ustard” yang membawa makna kepada “stadium”, kalau Aku tak silap. Akhirnya, habis satu sekolah memanggilku sebagai “Ustard Blues” dan nama gelaran “Ustard Blues” menjadi terkenal sehinggakan guru-guruku memanggilku sebagai “Ustaz Blues” berbanding “Nazmi Ismail”.  Sabar je laa Aku… Hahaha…


(Sewaktu Tingkatan 503 di TMS)

1st time blogging...

       Assalamualaikum & Selamat Sejahtera Aku ucapkan sebagai pembuka bicara buat semua. Alhamdulillah, setelah sekian lama, akhirnya tergerak juga hati Aku untuk menulis blog ini. Mungkin ini merupakan langkah permulaan yang pertama bagi Aku menjelang 1 Januari 2011 ini. Kepada sahabat-sahabat Ku diluar sana, Selamat Tahun Baru Aku ucapkan pada semua dan semoga tahun ini lebih baik daripada tahun yang sebelumnya, Insya Allah...

       Memandangkan 1 Januari ni juga merupakan ulangtahun kelahiran bagi Ku, ucapan syukur yang tidak terhingga Ku panjatkan kepada Ilahi kerana masih lagi diberi kesempatan umur yang panjang bagi meneruskan kehidupan di dunia ini. Hanya doa sahaja yang mampu ku panjatkan kepada Mu Ya Allah agar dikurniakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, diberi ketabahan hati dalam mengahrungi ujian dan cabaran-cabaran Mu, serta ditetapkan iman dan dberi petunjuk kearah jalan kebenaran. Selain itu, Aku sujud dan menyembah kepada Mu Ya Allah agar memberkati kehidupan kedua-dua Mak Ayahku, Keluargaku, Saudara-maraku, Sahabat-sahabat handai, Guru-guru dan seterusnya buat semua umat Islam di dunia.

       Kepada pembaca-pembaca blog Blues Anok Ganu, terima kasih Aku ucapkan kerana sudi meluangkan masa untuk menjengah ke blog Aku ini. Blog ini dihasilkan bagi Aku mencurah segala idea-idea kreatif, coretan-coretan diriku, luahan hati dan perasaan serta sebagai tempat bagiku simpan memori indah untuk dikongsi bersama. Andainya terdapat salah silap dalam penulisanku, Aku menyusun sepuluh jari memohon maaf di atas kekhilafanku. Insya Allah, andai ada kesempatan, akan Aku perbaiki segala kesilapanku untuk berubah kearah yang lebih baik. Insya Allah...

       Akhir kalam, terima kasih kerana sudi membaca celoteh-celoteh Aku disini dan Selamat Datang ke blog Blues Anok Ganu... Wassalam...   =)

                                                                                                                                      Yang ikhlas;
                                                                                                                                       Ustard Blues.